wiwitrafikasari

KOMUNIKASI MELALUI TELEPON

In ARSIP on 3 Desember 2010 at 12:35 pm

KOMUNIKASI MELALUI TELEPHONE

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 : MENGOPERASIKAN PESAWAT TELEPON

1. Pengertian Hubungan Telepon

Hubungan telepon adalah cara mengadakan hubungan langsung jarak jauh untuk menyampaikan dan menerima pembicaraan melalui alat elektronik dari satu pihak kepada pihak lain.

Hubungan dengan telepon termasuk bentuk komunikasi tidak langsung, antara komunikator dengan komunikan secara fisik tidak tatap muka, tetapi diperantarai dengan satu rangakaian elektronik yang disebut pesawat telepon.

2. Macam-macam pesawat dan Hubungan Telepon

a. Jenis Pesawat Telepon

INTERKOM

Merupakan alat komunikasi yang dipergunakan untuk menyampaikan warta atau keterangan dalam lingkungan organisasi sendiri dari satu bagian ke bagian lain dalam satu instansi.

PESAWAT TELEPON

Merupakan alat untuk menyampaikan informasi secara lisan dari satu pihak ke pihak lain dari jarak jauh, baik dalam lingkungan kantor maupun luar kantor. Pesawa tunggal maksudnya pesawat telelpon yang bisa digunakan di lingkungan keluarga, organisasi, maupun instansi tertentu. Pesawat ini pun ada dilengakapi dengan pesawat ekstensi(cabang-cabang).

PMBX(PRIVATE MANUAL BRRANCH EXCHANGE)

Jenis pesawat ini tidak memungkinkan kita dapat berhubungan langsung tanpa melalui operator. Untuk menelepon, penelepon harus terlebih dahulu melalui operator, penelepon harus menekan nomor  yang telah ditentukan, setelah menayambung penelepon baru dapat berhubungan langsung dengan nomor telepon luar yang dikehendaki, umumnya menggunkan ekstensi.

PABX(PRIVATE AUTOMATIC BRANCH EXCHANGE)

Pesawat ini memungkinkan kita dapat berhubungan langsung tanpa melalui oprator. Penelepon dapat berhubungan lansung ke luar dengan cara memutar nomor khusus untuk memperoleh saluran keluar. Setelah itu penelepon baru memutar nomor telepon yang dikehendaki.

SWITCHBOARD (PAPAN SAMBUNG)

Yaitu alat komunikasi yang terdiri dari papan panel yang lebar, yang di dalamnya terdpat saklar-saklar dan istrument yang lain yang berfungsi untuk menyampaikan dari satu tempat ke tempat lain.

LOUDSPEAKING TELEPON (PENGERAS SUARA TELEPON)

Alat ini digunakan untuk memperbesar volume suara telepon. Keuntungan yang diperoleh dengan alat ini yaitu:

¯ Meningkatkan kemampuan kerja

¯ Meningkatkan efesiansi kerja

¯ Menerima teleppon tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang ada.

TELEPHONE ANSWERING MACHINE(MENSIN PENJAWAB TELEPON)

Yaitu suatu alat yang dapat merekam/menjawab setiap pesan (berita) yang masuk.

b. Jenis Hubungan Telepon

Hubungan Antar Bagian, yaitu hubungan lansung antara bagian satu dengan bagian lain dalam satu kantor.

Hubungan Local, hubungan yang dilakukan pada satu lingkup daerah tertentu , yakni dalam satu kota. Pada hubungan ini tidak perlu menggunakan kode area tempat yang dituju.

Hubungan Interlokal, hubungan telepon antara dua orang secara lansung dengan jarak jauh, antar kota atau provinsi namun tetap dalam satu Negara.

Hubungan Internasional, yaitu hubungan telepon langsung berjarak jauh dari seseorang atau organisasi di suatu Negara dengan orang lain  atau organisasi Negara yang lain.

c. Peletakan Pesawat Telepon

Telepon Meja, yaitu telepon yang diletakkan dan ditempatkan di atas meja.

Telepon Dinding, yaitu telepon yang diletakkan dan ditempatkan pada dinding.

Telepon Mobil, kapal atau pesawat, yakni telepon yang diletakkan pada mobil, pesawat, kapal.

Telepon mobil atau telepon genggam, yakni telepon yang bisa dibawa kemana-mana oleh pemiliknya.

d. Cara Kerja Telepon

Hubungan Melalui Operator, tekan nomor operator sentral untuk hubungan perorangan, berikan nama dan nomor telepon orang yang akan dihubungi serta nomor pesawat telepon sendiri. Jika sudah berhasil menghubungi nomor yang diinginkan, operator sentral akan meminta hubungan dengan orang yang dikehendaki dan menuggu sampai orang yang dituju siap untuk bicara.

Hubungan Langsung, maksudnya penelepon menelepon sendiri tanpa operator, memutar kode /nomor SLJJ kemudian langsung bicara.

Hubungan Langsung dengan SMS, hubungan langsung jarak jauh bahkan melintas batas Negara dengan menggunakan layanan pesan pendek , yang bisa tertulis / melalui suara. Layanan ini banyak digemari karena cepat, murah, sekaligus tertulis sehingga bisa langsung mengingatkan.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 : ETIKA PENANGANAN TELEPON

1. Etika Bertelepon

Etika bertelepon yang baik adalah tata pergaulan  yang baik dalam berkomunikasi lisan melalui telepon, yakni berbicara dengan jelas, tegas, terkesan ramah, hangat, bersahabat dan juga tidak emosi. Hal-hal penting etika bertelepon yakni:

  • Jangan biarkan telepon berdering 2-3 kali segera diangkat.
  • Ketika bertelepon di kantor,  jangan membuka pembicaraan dalam menerima telepon dengan sebutan hallo, tetapi sebutkan nama dan perusahaan anda.
  • Jangan gunakan telepon untuk untuk diluar urusan  kantor, kecuali hanya sesekali dan seperlunya.
  • Bisa mendengarkan lawan bicara, dan berkonsentrasi dengan pihak penelepon.
  • Memberikan respon secara cepat dan lugas.
  • Berbicara seperlunya, dengan volume suara  cukup jelas, tegas dan lancar serta hangat dan bersahabat.
  • Menyiapkan perlengkapan seperlunya ketika akan menelepon, seperti nomor telepon yangn dituju, nama jabatan yang dituju, buku catatan dan pensil, serta materi pembicaraan.
  • Ketika bertelepon, tanyakan apakah penerima telepon punya waktu untuk berbicara, jangan menelepon sambil makan dan sejenisnya.
  • Catat poin pesan, minta nomor penelepon, mintalah maaf jika ada kesalahan, dan akhiri pembicaraan dengan ucapan terima kasih, dan letakkan telepon secara pelan.

Hal-hal yang harus dihindari sekretaris dalam komunikasi melalui telepon:

  • Memakai bahasa informal, terutama kepada orang yang belum akrab.
  • Berbicara dengan orang lain selagi berbicara di telepon.
  • Berbicara sambil makan sesuatu  atau mengunyah permen.
  • Berbicara dengan nada kasar atau membentuk
  • Berbicara dengan nada memerintah
  • Penelepon dibiarkan menuggu terlalu lama, tanpa penjelasan, hanya bunyi music yang diperdengarkan.
  • Penelepon ditransfer berkali-kali atau ditransfer ke alamat yang salah.
  • Nada dan intonasi terkesan malas atau tak ramah.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 : MENERIMA TELEPON

1. Langkah-langkah Dan Teknik Menerima Telepon

Teknik Mengangkat Telepon

Setiap kali telepon bordering harus segera diangkat, jangan sampai dering telepon berbunyi lebih dari 3 kali, sebab akan menggangu suasana kerja.

Menyiapkan buku catatan

Siapkan buku catatan dan alat tulis untuk mencatat hal-hal yang penting.

Memberi salam kepada penelepon

Berilah salam sesuai dengan waktu kepada penelpon, kemudian menyebutkan identitas perusahaan tempat kita bekerja.

Membuka pembicaraan.

Pada saat menjawab telepon, sekretaris tidak perlu memberikan jawaban yang mendetail, tetapi cukup menginformasikan hal-hal yang inti saja. Sekretaris ditantang untuk menjwab secara diplomatis setiap pembicaraan.

Hubungkan segera penelpon dengan yang dicari

Yakinkan siapa orang yang akan dihubungi, karena penelpon akan sangat kecewa bila yang dihubungi tidak sesuai dengan yang dikehendaki.

Menciptakan kesan yang baik

Penelpon ingin berbicara langsung dengan atasan perusahaan, jawablah dengan sopan dan lembut.

Apabila penelpon bersedia menuggu sebelum disambungkan kepada yang dituju, ucapakan terimakasih atas kesabaran menuggu.

Jika orang yang dicari/ diajak bicara oleh si penelpon sedang keluar, penerima telepon harus memberikan keterangan kepada penelpon tentang ketidakhadiran orang yang dicari. Selain itu berusaha untuk mendapatkan keterangan selengkap-lengkapnya tentang identitas penelpon.

Kadang-kadang penerima penelpon harus menjawab telpon dengan keadaan yang bukan sebenarnya

Mencatat pesan

Mencatat segala sesuatu yang diperlukan.

Memberikan keterangan yang jelas dan lengkap.

Menanyakan kepada penelpon nama dan nomor teleponnya.

Menghindari kesalahan-kesalahan isi pesan dari si penelpon dengan cara menyebutkan kembali pesan tersebut.

Sampaikan pesan tersebut kepada pihak yang berhak menerima.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 : MENELEPON

1. Langkah dan Teknik Menelepon

a. Sebelum menelepon

  • Siapkan nomor telepon yang akan di hubungi, jangan mengangkat gagang telepon sebelum anda benar-benar yakin dengan nomor yang akan anda  tuju.
  • Sediakan buku catatan untuk mencatat hasil percakapan atau menulis pokok-pokok pembicaraan.

b. Saat menelpon

  • Angkat gagang penelpon dengan nada pilih
  • Putarlah nomor telepon yang diinginkan/ yang dituju
  • Sesuaikan nomor kode wilayah, apakah local, interlokal, atau international.
  • Apabila penelepon mendengar nada pilih, atau nada sedang sibuk, penelpon menutup telepon beberapa saat, kemudia dapat mengulang kembali menekan nomor yang dituju/ tekan tombol radial.
  • Bila hubungan telah tersambung dan pihak yang dituju telah mengangkat gagang telepon, sebelum mengutarakan maksud dan tujuan pastikan, bahwa nomor yang dituju benar.
  • Apabila sudah benar sebutkan identitas anda sebagai penelpon atau kantor penelpon
  • Ucapkanlah dengan jelas dan singkat maksud dan tujuan penelpon.
  • Catat semua jawaban yang diterima.
  • Berikan seluruh kesan ramah dan ucapkan salam penutup

c. Mengakhiri pembicaraan

Apabila anda sudah yakin bahwa semua data telah diperoleh, berilah salam penutup dan ucapkan terima kasih.

d. Meletakkan gagang telepon

Apabila pembicaraan  selesai,  letakkan gagang telepon dengan baik  dan perlahan, agar tidak mempunyai kesan marah dengan membanting telepon.

Jangan Katakan katakan
Halo! Selamat Pagi

Selamat Siang

Dst

Apa Maaf, apa dapat diulang
Ini siapa? Bolahkah saya tahu nama Bapak/Ibu?
Siapa atau Bapak/Ibu siap? Maaf, Pak/buk saya tadi kurang jelas, nama Bapak/ibu siapa?
Tunggu Mohon ditunggu
Bapak keluar atau Bapak tidak ada Maaf, ya Pak….

Sedang tidak ada tempat, bisa saya bantu?

Apakah bapak ingin berbicara dengan  yanglain?

Apakah Bapak/Ibu ingin meniggalkan pesan?

Bagaimana jika nanti kami telepon Bapak/Ibu kembali

Sedang berbicara di telepon ¯ Maaf, Pak…. Sedang berbicara di telepon lain, dapat ditunggu sebentar?
Sedang sibuk ¯ Maaf, Bapak ……/ tidak dapat diganggu(sedang ada tamu), apakah kami dapat menelpon kembali?

¯ Atau, apakah Bapak ingin meniggalkan pesan?

Nanti saya sampaikan ¯ Nanti saya beritahu Bapak…………. Bahwa Bapak menelpon  dan pesaqn Bapak akan saya sampikan.
Benar? Begitu? ¯ Apakah cukup demikian, Pak?

2. Hambatan-hambatan dalam menangani telepon

  1. Faktor alat

seperti: suara berisik, suara timbul tenggelam, suara mengecil, tidak terdengan nada kontak, nada sambung tidak terdengar & ditengah pembicaraan sambungan terputus.

  1. Faktor pemakaian

seperti: berbicara monoton & tidak jelas, bedecak/berbicara sambil makan, meninggalkan telepon sambil berbicara dengan orang lain, berbicara terlalu cepat, desah nafas yang terdengar, berbicara kotor & letak gagang telepon terlalu keatas/kebawah.

Bencana Alam

In ARSIP on 27 November 2010 at 1:38 pm



BENCANA ALAM

Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka.Pemahaman ini berhubungan dengan pernyataan: “bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan”.

Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan menjadi bencana alam di daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah “alam” juga ditentang karena peristiwa tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia. Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.

Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta memiliki kerentanan/kerawanan (vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi dampak yang hebat/luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap bencana (disaster resilience). Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani tantangan-tantangan serius yang hadir. Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan bencana dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan terhadap bencana yang cukup.

Bencana berarti suatu kejadian yang menimbulkan kerusakan, penderitaan, kerugian bahkan kematian pada manusia ataupun lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas alam maupun manusia. Dari penyebabnya, bencana dapat dibagi 2 yaitu bencana alam dan bencana manusia. Dampak dari bencana sangat tergantung pada:

P Sumber/jenis bencana : mulai dari banjir, gempa bumi hingga tumbukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban manusia.

P Kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana: manajemen dan deteksi dini bencana seperti pengungsian.

P Tempat /lokasi : Aktivitas alam tidak akan menjadi bencana di daerah tidak berpenghuni, misalnya gempa bumi di pulau tidak berpenduduk.

P Daya tahan manusia dan lingkungan : seberapa kuat manusia dan lingkungan menghadapi bencana (teori evolusi)

Setiap bencana baik alam maupun karena human error, meninggalkan duka, trauma, kesan, dan sejarah yang tak terlupakan, baik oleh korban dan keluarganya maupun penduduk dunia. Untuk mengingat kembali bencana-bencana terbesar yang terjadi di nusantara, baik alam maupun kecelakaan (dalam hal kecelakaan transportasi udara, darat dan laut) yang terus dikenang oleh masyarakat sepanjang sejarah.

Berikut ini beberapa ulasan mengenai bencana alam yang  terjadi di Indonesia

BANJIR LUMPUR PANAS SIDOARJO

Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) , adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Sampai Mei 2009, PT Lapindo, melalui PT Minarak Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun membuat tanggul sebesar Rp. 6 Triliun.

J Lumpur menggenangi 16 desa di tiga kecamatan. Semula hanya menggenangi empat desa dengan ketinggian sekitar 6 meter, yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk diungsikan serta rusaknya areal pertanian. Luapan lumpur ini juga menggenangi sarana pendidikan dan Markas Koramil Porong. Hingga bulan Agustus 2006, luapan lumpur ini telah menggenangi sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Porong, Jabon, dan Tanggulangin, dengan total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 8.200 jiwa dan tak 25.000 jiwa mengungsi. Karena tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur.

J Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain: lahan tebu seluas 25,61 ha di Renokenongo, Jatirejo dan Kedungcangkring; lahan padi seluas 172,39 ha di Siring, Renokenongo, Jatirejo, Kedungbendo, Sentul, Besuki Jabon dan Pejarakan Jabon; serta 1.605 ekor unggas, 30 ekor kambing, 2 sapi dan 7 ekor kijang.

J Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini.

J Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja.

J Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD, SMP), Markas Koramil Porong, serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon)

J Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1.683 unit. Rinciannya: Tempat tinggal 1.810 (Siring 142, Jatirejo 480, Renokenongo 428, Kedungbendo 590, Besuki 170), sekolah 18 (7 sekolah negeri), kantor 2 (Kantor Koramil dan Kelurahan Jatirejo), pabrik 15, masjid dan musala 15 unit.

J Kerusakan lingkungan terhadap wilayah yang tergenangi, termasuk areal persawahan

J Pihak Lapindo melalui Imam P. Agustino, Gene-ral Manager PT Lapindo Brantas, mengaku telah menyisihkan US$ 70 juta (sekitar Rp 665 miliar) untuk dana darurat penanggulangan lumpur.

J Akibat amblesnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur, pipa air milik PDAM Surabaya patah

J Meledaknya pipa gas milik Pertamina akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan sekitar 2,5 kilometer pipa gas terendam

J Ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan, dan mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternatif, yaitu melalui Sidoarjo-Mojosari-Porong dan jalur Waru-tol-Porong.

J Tak kurang 600 hektar lahan terendam.

J Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik di empat desa serta satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat difungsikan.

Penutupan ruas jalan tol ini juga menyebabkan terganggunya jalur transportasi Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi serta kota-kota lain di bagian timur pulau Jawa. Ini berakibat pula terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan Pasuruan yang selama ini merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.

Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur, diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Namun demikian, lumpur terus menyembur setiap harinya, sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol, yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Jika dalam tiga bulan bencana tidak tertangani, adalah membuat waduk dengan beton pada lahan seluas 342 hektar, dengan mengungsikan 12.000 warga. Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan, untuk menampung lumpur sampai Desember 2006, mereka menyiapkan 150 hektare waduk baru. Juga ada cadangan 342 hektare lagi yang sanggup memenuhi kebutuhan hingga Juni 2007. Akhir Oktober, diperkirakan volume lumpur sudah mencapai 7 juta m3.Namun rencana itu batal tanpa sebab yang jelas.

Badan Meteorologi dan Geofisika meramal musim hujan bakal datang dua bulanan lagi. Jika perkira-an itu tepat, waduk terancam kelebihan daya tampung. Lumpur pun meluap ke segala arah, mengotori sekitarnya.

Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) memperkirakan, musim hujan bisa membuat tanggul jebol, waduk-waduk lumpur meluber, jalan tol terendam, dan lumpur diperkirakan mulai melibas rel kereta. Ini adalah bahaya yang bakal terjadi dalam hitungan jangka pendek.

Sudah ada tiga tim ahli yang dibentuk untuk memadamkan lumpur berikut menanggulangi dampaknya. Mereka bekerja secara paralel. Tiap tim terdiri dari perwakilan Lapindo, pemerintah, dan sejumlah ahli dari beberapa universitas terkemuka. Di antaranya, para pakar dari ITS, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada. Tim Satu, yang menangani penanggulangan lumpur, berkutat dengan skenario pemadaman. Tujuan jangka pendeknya adalah memadamkan lumpur dan mencari penyelesaian cepat untuk jutaan kubik lumpur yang telah terhampar di atas tanah.

LETUSAN GUNUNG BERAPI

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa ledakan besar gunung berapi bisa berdampak pada cuaca, lewat semburan partikel-partikel vulkanik yang menghalangi energi matahari dan mendinginkan udara. Ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa musim dingin vulkanik akibat ledakan besar gunung berapi telah ikut memusnahkan dinosaurus dan manusia purba Neanderthal.

Pada musim panas pasca erupsi Gunung Tambora di Indonesia pada 1815, es telah merusakkan tanaman sampai sejauh New England, Amerika Serika, sementara ledakan Gunung Pinatubo di Filipina pada 1991 telah menurunkan rata-rata temperatur global 0,7 derajat Fahrenheit sehingga cukup menahan dampak gas efek rumah kaca hasil ulah manusia selama setahun atau lebih.

Kini para ilmuwan berhasil memperlihatkan bahwa letusan gunung berapi juga berdampak pada curah hujan pada musim kemarau Asia, di mana badai musiman mengairi tanaman untuk makan hampir setengah penduduk Bumi. Para peneliti lingkar pohon pada Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Universitas Colombia memperlihatkan bahwa erupsi besar cenderung mengeringkan wilayah tengah Asia, namun menciptakan lebih banyak hujan di negara-negara Asia sebelah selatan, termasuk Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand dan Myanmar. Penemuan baru ini bertentangan dengan prediksi kebanyakan model iklim. Hasil penelitian mereka muncul dalam versi online jurnal Geophysical Research Letters.

Pertumbuhan lingkar sejumlah spesies pohon bisa dikaitkan dengan intensitas curah hujan. Laboratorium Lingkar Pohon observatorium itu menggunakan lingkar pohon dari sekitar 300 tempat di seantero Asia untuk mengukur dampak 54 erupsi gunung berapi dalam kurun 800 tahun. Data didapat dari peta lingkar pohon berumur 1000 tahun yang diteliti Observatorium Lamont, yang diketahui mencatat kekeringan panjang yang membinasakan.

Para peneliti juga telah menyelenggarakan pula penelitian terdahulu tentang pendinginan suhu di wilayah tropis. “Kami mengira daratan bumi dan atmosfer itu dua hal berbeda, tetapi sungguh semua hal dalam sistem itu saling berkaitan. Gunung-gunung berapi menjadi pemain-pemain penting dalam iklim dari waktu ke waktu,” kata Kevin Anchukaitis yang menjadi kepala penelitian tersebut. Erupsi-erupsi eksplosif yang dahsyat telah memuntahkan senyawa belerang yang berubah menjadi partikel-partikel sulfat kecil-kecil di atmosfer, lalu menangkis radiasi sinar matahari. Pendinginan permukaan Bumi yang diakibatkannya bisa berlangsung bulanan atau bahkan tahunan.

Tapi tak semua erupsi akan berakibat seperti ini. Contohnya erupsi terus menerus Gunung Merapi yang telah menewaskan banyak orang. Letusan gunung berapi ini kemungkinan besar tak cukup mampu mengubah iklim dunia. Dalam soal curah hujan, berdasarkan model yang paling sederhana, suhu yang turun bakal mengurangi penguapan air dari permukaan ke udara, sementara uap air yang sedikit berarti hujan juga bekurang. Tapi keadaan itu menjadi demikian rumit karena ada faktor pola sirkulasi atmosferik, siklus perubahan suhu di samudera-samudera, dan bentuk massa tanah.

RENTETAN AKTIVITAS MERAPI SAAT KEJADIAN

Intensitas merapi

Intensitas gempa vulkanik Gunung Merapi pada Minggu pukul 00.00-00.06 WIB kembali meningkat dibanding dua hari sebelumnya. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, berdasarkan laporan hasil pemantauan aktivitas Gunung Merapi hingga pukul 06.00 WIB telah terjadi 31 kali gempa vulkanik.

“Intensitas gempa vulkanik tersebut meningkat cukup tinggi dibanding Jumat dan Sabtu. Pada Jumat (5/11) sama sekali tidak ada gempa vulkanikSelain meningkatnya intensitas gempa vulkanik, Gunung Merapi juga masih terus meluncurkan awan panas dan awan panas beruntun terjadi pada pukul 03.02 WIB yang meluncur ke Kali Gendol dan Kali Woro. “Rentetan awan panas tersebut diawali dengan terjadinya gempa vulkanik.

Sementara itu, suara gemuruh Gunung Merapi juga masih terdengar secara beruntun dari Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Prambanan, Klaten Jawa Tengah, pada pukul 03.00-05.30 WIB. Kolom asap letusan setinggi enam kilometer (km) berwarna kelabu condong ke arah barat yang terlihat dari Kecamatan Kemalang, Klaten dan kilat terlihat dari Yogyakarta.

Aktivitas Merapi meningkat kembali sekitar pukul 03.02 WIB. Tremor dan awan panas yang sulit dihitung terjadi beruntun. Demikian laporan berkala Badan Geologi di Yogyakarta hingga pemantauan pukul 06.00 WIB, Minggu (7/11/2010). Selain tremor dan awan panas, guguran juga terpantau terjadi beruntun.

Sedangkan laporan secara visual menunjukkan, “pada pukul 03:00-05:30 WIB, suara gemuruh terdengar beruntun dari Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Prambanan. Kolom asap letusan setinggi 6 km berwarna kelabu, condong ke barat terlihat dari Kecamatan Kemalang dan kilat terlihat dari Yogyakarta.”.

Dilaporkan juga sejak pukul 03:02 terjadi awan panas beruntun mengalir ke arah Kali Gendol dan Kali Woro. “Gempa vulkanik mengawali terjadinya awanpanas, jumlahnya meningkat dari hari sebelumnya,”. Banjir lahar juga mengancam. “Semakin bertambahnya material erupsi di sepanjang alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Merapi dan tingginya intensitas hujan di sekitar Gunung Merapi, maka berpotensi terjadi banjir lahar,”

Awan panas 60 km

Awan panas memang masih terjadi, dan antara pukul 11.00 hingga pukul 12.00 WIB pada hari itu terdengar suara gemuruh cukup keras dari Gunung Merapi. “Awan panas pada hari itu jarak luncurnya sejauh 1,5 kilometer hingga lima kilometer, dan dominan ke arah hulu Kali Gendol dan Woro, dalam beberapa hari terakhir arah luncuran awan panas ke hulu Kali Gendol, Boyong, dan Kali Krasak.

Kali Gendol saat ini sudah dipenuhi endapan awan panas, karena awan panas terus-menerus terjadi sejak letusan pada 26 Oktober 2010. “Kali Gendol sekarang sudah penuh dengan endapan awan panas, dan apabila masih terus bertambah dengan volume yang sama, maka jika terjadi awan panas yang menuju ke sungai itu jarak luncurnya bisa jauh. Meskipun luncuran awan panas bisa jauh, tidak akan lebih dari 20 kilometer. Namun, yang harus diwaspadai, awan panas Merapi saat ini terjadi terus menerus, dan setiap saat luncurannya bisa berubah arah.

Jembatan Kali Kuning, yang terletak antara Desa Umbulharjo dan Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta, dipenuhi oleh material lahar dingin berupa pasir dan abu. Ketebalan lahar yang sudah mengering ini sekitar 5-10 cm. Pasir dan abu yang menutupi jembatan itu diperkirakan berasal dari lahar dingin yang sempat meluap.

Pantauan detikcom, Minggu (7/11/2010), lahar dingin di jembatan yang berfungsi sebagai DAM ini hanya tinggal beberapa centimeter lagi akan meluap. Ini disebabkan karena dari 5 lobang aliran air, hanya berfungsi satu. Selebihnya, lobang tersumbat oleh material dan sampah pohon-pohon tumbang. Jembatan Kali Kuning, yang terletak sekitar 13 km dari Merapi ini, adalah satu-satunya akses Desa Hargobinangun dan Umbulharjo dengan desa-desa lain seperti Kepuharjo dan Glagaharjo. Jembatan masih bisa dilalui. Hanya saja jembatan masih licin karena material vulkanis tersebut. Sebagian kecil penduduk ada yang mencoba naik untuk sekadar membawa pakaian, lalu kembali turun.

Aktivitas Seismik

Aktivitas seismik Gunung Merapi hingga Minggu, pukul 12.00 WIB, masih tinggi yang ditandai dengan gempa tremor, guguran, awan panas beruntun, dan 31 kali gempa vulkanik. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Minggu, aktivitas seismik Gunung Merapi hingga saat ini masih tinggi sehingga kalangan masyarakat diminta waspada dengan mematuhi jarak aman dalamradius 20 kilometer.

Laporan pengamatan Gunung Merapi dari Pos Ketep melaporkan pada Minggu, pukul 09.00 WIB, telah terjadi banjir lahar skala kecil di Kali Pabelan Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang diikuti hujan abu dan pasir dalam radius 10 km dari puncak Gunung Merapi. Masyarakat di Ring Road Barat Daerah Istimewa Yogyakarta dan di Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih mendengar suara gemuruh dan menggelegar dari puncak gunung yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Energi Merapi

Energi yang tersimpan di Gunung Merapi masih cukup besar sehingga Badan Geologi masih belum dapat memprediksi kapan letusan gunung api aktif tersebut akan berakhir. “Sejak 3 November 2010 hingga kini Merapi telah empat hari meletus tanpa henti yang berarti bahwa energi yang tersimpan di gunung tersebut masih tetap tinggi,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), R. Sukhyar, di Yogyakarta, Minggu.

Energi yang dikeluarkan Gunung Merapi sejak letusan 3 November hingga 7 November 2010 masih terus berlangsung hingga sekarang, bahkan lebih besar dibanding letusan pertama yang terjadi pada 26 Oktober 2010. Energi letusan Gunung Merapi pada 3-7 November 2010 tiga kali lebih besar dengan energi letusan pada 26 Oktober 2010. Kawah berdiameter 400 meter yang telah terbentuk di puncak Merapi lebih terbuka ke selatan atau mengarah ke Kali Gendol, sehingga diharapkan awan panas yang diluncurkan Merapi akan mengarah ke kali tersebut.

Gunung Merapi memuntahkan abu vulkanik saat bererupsi. Abu yang sangat halus ini bukan sembarang abu karena bisa membuat mesin pesawat tak berfungsi, merobohkan rumah dan pohon, serta membuat tanaman layu. Kalau kita lihat, sejarah atau riwayat dari abu vulkanik ini adalah magma yang membeku. Tadinya magma itu merah seperti cairan besi. Lalu ketika terlontar ada kontak dengan atmosfer lalu membeku.

Lontaran yang sangat kuat ini karena dari dalam Merapi ada tekanan gas yang sangat kuat, sehingga meledak terlempar ke atas. Ketika meledak,
pecahannya juga bermacam-macam. Pecahannya ada bongkahan batu besar, kerikil, dan ada juga partikel yang halus. Yang berat jatuh di sekitar puncak Merapi, sedangkan pasir jatuhnya agak jauh. Lalu yang debu agak jauh lagi. Partikel itu kalau menempel di daun bisa menyebabkan mulut daun tertutup. Kalau sudah begitu maka nggak bisa menyedot oksigen. Selanjutanya proses forosintesis terganggu. Makanya kalau tertutup lama, tanaman akan menjadi layu, petani bisa gagal panen.

BENCANA WASIOR

Korban akibat bencana banjir bandang di Wasior, Papua Barat, terus bertambah. Hingga pagi ini, korban tewas yang berhasil ditemukan mencapai 134 orang.
Demikian disampaikan Sekretaris PMI Papua Barat Abidin saat dihubungi okezone, Sabtu (8/10/2010). Dia menjelaskan, korban tewas yang berhasil ditemukan terdiri 105 orang ditambah 29 orang yang dinyatakan hilang sebelumnya dilaporkan sudah ditemukan dengan kondisi telah meninggal dunia. Sehingga, total korban tewas mencapai 134 orang.

“Saat ini terus dilakukan pencarian korban lainnya,” ungkap Abidin. Warga, kata dia, sangat membutuhkan pasokan air mineral dan bahan makanan.  “Sumber air rusak, MCK rusak, rumah rusak berat, sehingga butuh air mineral, sanitasi, dan pangan akibat sebagian besar toko tutup karena banyak pengusaha yang mengungsi ke Manokwari,” paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, bantuan terus mengalir namun terkendala transportasi. Saat ini, PMI masih melakukan kegiatan pendataan dan mulai mendistribusikan logistik berupa familykid 250,babykit 90. “Selain itu melakukan penyemprotan di beberapa lokasi,” imbuhnya. Seperti diketahui, banjir bandang di Papua Barat terjadi pada Senin 4 Oktober 2010 sekira pukul 06.00 WIT. Lokasi kejadian terletak di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat di mana lokasi yang terkena dampak yaitu Wasior I, Wasior II, Rado, Moru, Maniwak, Manggurai, Wondamawi, dan Wondiboy.

TSUNAMI ACEH

Tsunami yang menghantam Pagai Utara Selatan terjadi 15 menit pasca gempa 7,2 skala richter juga merusak sejumlah kawasan di Kabupaten Mentawai, kawasan resort makroni dikabarkan rusak berat akibat diterjang tsunami, kapal pesiar yang ditumpangi turis asing juga dikabarkan masih hilang kontak. Tsunami mentawai sudah tewaskan 108 orang dan 502 hilang, korban tewas akibat terjangan tsunami di kepulauan mentawai, termasuk 2 warga Negara Australia. Data ini merupakan laporan yang berhasil dihimpun petugas dari lokasi kejadian.

Gelombang tsunami mencapai Padang hanya setinggi 46 cm, peringatan tsunami pun dicabut setelah beberapa waktu, namun rupanya tsunami di mentawai sempat tidak terpantau. Korban akibat tsunami tersebut ternyata bukan hanya warga di sekitar tempat tersebut melainkan banyak warga asing juga, dan kabarnya ada sekitar sembilan orang peselancar yang ikut menjadi korban tsunami tersebut.

Mereka dinyatakan hilang setelah kapal yang ditumpanginya itu diterjang gelombang pasang tsunami, saat kejadian tersebut para peselancar tersebut sedang berada di Mentawai untuk berselancar. Menurut kabar yang didapat dari korban yang selamat, dua kapal yang ditumpangi warga Australia birtu berbenturan setelah diterjang gelombang tsunami sampai, sampai kedua kapal tersebut terbakar sampai penumpangnya hilang, dan sampai sejauh ini belum ada kabar tentang korban tersebut.

10 Bencana Alam Terbesar Sepanjang Sejarah

Berikut ini 10 bencana alam terbesar (korban meninggal lebih 100 orang) yakni :

N  Tsunami 26 Desember 2004 di Aceh, Nias, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika. Korban lebih 200.000 orang (150.000 orang di Aceh dan Nias). Ketinggian tsunami mencapai 35 meter karena gempa tektonik 8.5 SR di Samudera Hindia.

N  Gunung Tambora meletus, tahun 1815. Korban 92.000 orang.

N  Tsunami Gunung Krakatau meletus, 26 Agustus 1883. Korban 36.417 orang.

N  Gempa tektonik 6.2 SR di Yogyakarta, 27 Mei 2006. Korban 6.234 orang.

N  Gunung Kelud, meletus 19 Mei 1919. Korban 5.115 orang.

N  Tsunami Ende, Flores-NTT, 12 Disember 1992. Korban 2100 orang.

N  Gempa bumi 6,5 SR Sulawesi Tengah, 4 Mei 2000. Korban 386 orang.

N  Tsunami pantai selatan Jawa (Pangandaran) 17 Juli 2006. Korban lebih 341 orang.

N  Tsunami Banyuwangi-Jawa Timur pada 3 Juni 1994. Korban 208 orang.

N  Tsunami Sumba-NTT, 19 Agustus 1977. Korban 189 orang.

10 Bencana Transportasi Terbesar Sepanjang Sejarah

Berikut ini 10 bencana transportasi terbesar (korban meninggal lebih 100 orang) yakni

N  Kapal Tamponas, 2 January 1981 – terbakar dan tenggelam di Laut Jawa, 580 orang tewas.

N  Kapal Cahaya Bahari, 29 Juni 2000 – tenggelam di Sulawesi, 550 orang tewas.

N  Kapal MV Senopati Nusantara, 29 Desember 2006 – tenggelam dekat Pulau Mandalika, lebih 461 orang tewas.

N  Kapal Bismas Raya, 2 Oktober 1999 – tenggelam di Merauke-Papua, 361 orang tewas.

N  Kapal Gurita : January 1996 – tenggelam di Sabang-Aceh, 338 orang tewas.

N   Pesawat Garuda Indonesia GA-152, 26 September 1997 – jatuh di Sibolangit-Medan, 222 orang dan 12 awak tewas. (Bencana pesawat terbang terburuk dalam sejarah Indonesia)

N  Kapal KMP Digul, 8 Juli 2005 – tenggelam di Merauke-Papua, 200 orang tewas.

N  Pesawat Adam Air Flight 574, 1 Januari 2007 – jurusan Jakarta-Manado via Surabaya jatuh di Selat Makassar di kedalaman 2.000 meter, 102 orang dan awak tewas terkubur di dasar laut bersama pesawat.

N   Kereta Api Bintaro Jaya, 31 Oktober 1987 – bertabrakan di Jakarta, 102 orang tewas.

N  Pesawat Mandala Airlines RI-091 Boeing 737-200 :  5 September 2005 – gagal take off dari Bandara Polonia (Medan-Jakarta) dan menabrak perumahan penduduk di Medan, 100 orang dan awak tewas serta 41 penduduk tewas.

WASPADA BENCANA ALAM

Menghadapi Bencana dan Menghindari Jatuhnya Korban

Apabila terjadi kejadian bencana, maka rasa panik, bingung dan ketakutan akan segera menyerang. Tak jarang jatuhnya korban jiwa lebih karena disebabkan ketakutan dan kepanikan yang terjadi bukan karena akibat langsung dari terjadinya bencana. Berikut hal-hal yang dapat dijadikan pedoman untuk menghadapi terjadinya bencana supaya dapat menghindari adanya korban jiwa.

1. Bencana Gempa Bumi
Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.

b Di dalam rumah

Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah kebawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.
Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Di sekolah

Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

Di luar rumah
Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnyakaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.

Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

Di dalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

Di kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuhseandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil, jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

Di gunung/pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung, menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

2. Bencana Banjir Bandang

Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.

Adapun yang harus dilakukan saat banjir adalah :

b  Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana.

b  Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.

b  Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.

b  Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.

Yang harus dilakukan saat banjir

b  Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.

b  Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir.

b  Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan atau binatang penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk.

b  Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.

3. Bencana Tanah Longsor

Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng.

Strategi dan upaya penanggulangan bencana tangah longsor:

b  Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama lainnya.

b  Mengurangi tingkat keterjalan lereng.

b  Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara drainase baik air permukaan maupun air tanah. Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan airn dari lereng, menghidari air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah.

b  Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling.

b  Terasering dengan sistem drainase yang tepat (drainase pada teras – teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah).

b  Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan , di bagian dasar ditanam rumput).

b  Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat.

b  Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan.

b  Pengenalan daerah rawan longsor.

b  Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).

b  Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam tanah.

b  Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction.

b  Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel.

b  Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.

4. Bencana Tsunami

Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran. Kecepatan tsunami yang naik ke daratan(run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 Km/jam dan ketinggian air tsunami yang pernah tercatat terjadi di Indonesia adalah 36 meter yangterjadi pada saat letusan gunung api Krakatau tahun 1883.

Di Indonesia pada umumnya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi besar di bawah laut. Adanya tsunami tidak bisa diramalkan dengan tepat kapan terjadinya, akan tetapi kita bisa menerima peringatan akan terjadinya tsunami sehingga kita masih ada waktu untuk menyelamatkan diri.
penyelamatan diri saat tsunami :

b  Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.

b  Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat kepantai. Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

5. Bencana Gunung Berapi

Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif, sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.

Hal yang bisa dilakukan jika terjadi letusan gunung berapi :

b  Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.

b  Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.

b  Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.

b  Jangan memakai lensa kontak.

b  Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.

b  Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

Setelah terjadi letusan gunung berapi :

b  Jauhi wilayah yang terkena hujan abu.

b  Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.

b  Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin.

Composting

In ARSIP on 27 November 2010 at 1:06 pm

COMPOSTING

Composting merupakan proses biodegradasi bahan-bahan organic yang terdapat dalam sampah/limbah (sampah padat serta lumpur lumpur buangan). Melalui sebuah aktivitas mikrobiologis selama proses composting, bahan-bahan organik dirombak ke bentuk yang lebih stabil berupa bahan-bahan humus dan bersamaan dengan proses tersebut terbentuk panas sebagai hasil perombakan bahan patogen.

Di tahun 1974 Departemen Pertanian Amerika Serikat di Beltsville, Maryland mengembangkan compos dengan metode apa yang disebut “Static Pile”. Metode ini digunakan sekitar 200 kota-kota besar di Benuar Amerika antara lain Kota Durham, N.H., Bangor, Me., Portland, Me., Greenwich, Ct., Camden, N.J., Philadelphia, Pa., Washingtong, D.C., Columbus, Ohio, dan Windsor, Ontario, dan Canada.

Tujuan Pembuatan Kompos :

1.        Menghindari pencemaran atau kerusakan lingkungan

2.        Melestarikan kehidupan makhluk hdup yang terdapat di suatu lingkungan tertentu

3.        Menjaga keseimbangan ekosistem makhluk hidup yang terdapat di dalam lingkungan

4.        Mengurangi sampah organik

5.        Menambah penghasilan dengan menjual hasil daur ulang

6.        Mendapatkan sumber energi alternatif. misalnya, sebagai sumber pembangkit listrik

Mendapatkan bahan baku untuk beberapa produk.

7.        mengurangi ritasi transportasi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan umur TPA akan semakin panjang

8.        Bisa diolah menjadi energi bio arang, biomass dan energi untuk listrik.

Keuntungan menggunakan pupuk kompos :

a.         Merupakan jenis pupuk yang menguntungkan.

b.        Bahan yang dipakai tersedia, tidak perlu membeli.

c.         Masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan peralatan dan instalasi mahal.

d.        Unsur hara dari pupuk kompos ini akan bertahan lama jika dibandingkan dengan pupuk buatan

e.         struktur tanah menjadi ber-remah, mudah ditembus akar tanaman dan tidak menahan air porus.

f.         pupuk organic adalah jenis pupuk yang  melakukan pelepasan unsur haranya secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, kondisi kesuburan tanah dapat berlangsung dengan agak lama.

g.        semakin banyak akumulasi pupuk organik, kesuburan akan semakin bertahan lama dan dapat meningkatkan hasil produksi.

h.        bakteri fermentasi dalam kompos berpengaruh positif terhadap daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

i.          Dalam composting, proses pengomposan berjalan pada suhu yang tinggi sehingga dapat mematikan berbagai macam sumber bibit penyakit yang ada pada sampah.

j.          dapat dijadikan objek pembelajaran lingkungan baik bagi masyarakat maupun dunia pendidikan.

Hal-hal yang berkaitan dengan kompos antara lain:

Proses-proses biologis

Proses biodegradasi terhadap lumpur serta stabilisasi fraksi bahan organik sebagai kompos sangatlah bergantung kepada interaksi optimal antara suhu, oksigen, kelembaban serta perbandingan carbon dan nitrogen.

a. Suhu (Temperature), pada poses composting populasi hewan-hewan microbial akan berubah selama proses composting berlangsung. Diawali dari perubahan suhu ambient ke keadaan mesophilic [40 – 45oC]. Bila panas yang terbentuk dapat dipertahankan/ditampung dalam sistem maka suhu akan berubah dari tahapan mesophilic ke tahapan thermophilic. Bakteri mesophilic akan digantikan oleh bakteri thermophilic serta organisme lainnya seperti jamur dan aktinomycetes. Bakteri bentuk spora seperti bakteri thermophilic actinomycetes ditemukan pada suhu diatas 70oC. Kebanyakan proses perombakan (decomposition) terjadi pada tahap thermophilic yakni adanya bakteri-bakteri perombak yang tahan terhadap suhu tinggi. Sebagai indikasi awal suhu tinggi di atas 55oC akan efektif menghancurkan organisme patogen. Setelah beberapa minggu proses composting, suhu mulai menurun dan bahkan kemudian organisme thermophilic memberikan perluang adanya organisme mesophilic.

b. Udara (Oxygen), proses composting dapat berlangsung pada kondisi tanpa udara (kurang oksigen) maupun ada udara. Proses kompos dengan adanya oksigen prosesnya tidak hanya berlangsung lebih cepat akan tetapi juga tidak menghasilkan kebauan (malodors). Kondisi ada udara bisa dilakukan melalui cara membalik-balikkan material organik atau memberikan tekanan udara melalui massa material organik tersebut. Tingkat adanya oksigen yang optimum antara 5% – 15%.

c. Kelembaban (Moisture), tingkat kelembaban optimum untuk proses composting antara 50% – 60% by weight. Dibawah 40% proses dekomposisi akan berkurang sedangkan di atas 60% ruang pori yang penting untuk proses composting aerobik akan terblok oleh air dan kondisi anaerobic (tanpa udara) bisa terjadi. Kelembaban ini juga akan mempengaruhi proses dan penanganan material dalam operasi composting.

d. Perbandingan Carbon dan Nitrogen, perbandingan ketersediaan unsure carbon dan nitrogen merupakan factor yang memegang peranan penting dalam proses decomposition bahan-bahan material organik. Unsur carbon merupakan sumber energi bagi mikroorganisme sedangkan unsur nitrogen penting untuk proses sintesa protein. Perbandingan ideal antara C/N antara 25 dan 30. Untuk sampah padat memiliki ratio yang tinggi (35 hingga 80).

Aliran Proses

Ada dua prinsip metode proses composting aerobik yaitu:

1.        Menggunakan metode agitasi atau pembolak-balikan material organik agar didapatkan kondisi aerobik,

2.        Menggunakan metode mekanis dengan cara memasukkan udara ke dalam sistem.

Dalam banyak kasus, lumpur saluran pembuangan di campur dengan sejumlah material, limbah organik padat atau kompos kering. Pencampuran yang baik sangatlah esensial. Untuk sampah organik padat, proses grinding sangat esensial untuk meningkatkan area permukaan dan mempercepat proses composting. Campuran-campuran ini kemudian disimpan pada windrows, pipe teraerasi, tanki, drum-drum atau pada silo. Campuran tersebut akan menjadi compos untuk waktu 14 – 21 hari.

Pertimbangan Perancangan

Pemilihan sistem composting serta desain fasilitas bergantung pada setiap aspek seperti lokasi operasi, iklim, karakteristik limbah organik, serta tipe/jenis bahan material bulking yang ada.

a. Lokasi (Site), dua pertimbangan penting mengenai lokasi yakni lokasi dan tersedianya lahan. Idealnya tempat composting berada dekat dengan land fill area atau berdekatan/berbatasan terhadap instalasi wastewater treatment. Untuk operasi composting yang tidak intensif memerlukan lahan tanah 1 acre (0.4 ha) untuk menghasilkan 6 ton Lumpur padat kering setiap harinya.

b. Iklim (Climate), suhu ambient yang dingin jarang mempengaruhi proses composting akan tetapi dapat membekukan sampah yang padat atau lumpur. Pada lokasi dengan curah hujan yang tinggi maka diperlukan penutup.

c. Karakteristik Lumpur, persentase bahan material padat mempengaruhi penanganan material, pemilihan material bulking, dan jumlah yang dibutuhkan. Lumpur dengan 17% kandungan padatan memerlukan 3 bagian bulking agent terhadap 1 bagian lumpur, sedangkan 25% bahan padatan memerlukan antara 1,5 – 2 volume bagian bulking material.

d. Karakteristik Sampah Padat, sampah padat antara lain kertas, logam, sampah, gelas/kaca, dan plastik perlu untuk ditanam.

e. Bulking Materials, fungsi bulking material adalah mengatur kelembaban massa material, mengatur perbandingan C/N, memberikan struktur porosity terhadap massa material. Kebanyakan bulking material ini berupa serpihan kayu (woodchips), serbuk gergaji (sawdust), solid waste, carikan karet ban (shredded rubber tires), jerami (straw), dedaunan (leaves), serpihan semak (brush chips), kulit kayu (bark) and compost.

f. Penanganan Material, proses pengadukan paling baik dilakukan dengan auger feed mixer atau pugmills.

Pembuatan kompos secara umum dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :

1) Menyiapkan reactor kompos (komposter)

Reactor kompos adalah alat atau tempat yang digunakan untuk seluruh proses pengomposan alat ini dapat dibuat dari drum bekas. Pembuatan kompos merupakan proses aerob yang melibatakan mikroorganisme (bakteri dan fungi), sehingga diperlukan sistim ventilasi yang baik. Selain ventilasi, yang perlu dikendalikan adalah komponen suhu dan kelembapan udara jika reactor tidak memiliki sistim ventilasi yang baik, proses pembusukan yang terjadi akan menghasilkan bau busuk akibat dari pembentukan amoniak dan H2S.

2) Mempersiapkan bahan organic

Sampah organic yang di siapkan bisa disiapkan dari apa saja misalnya sayuran, nasi, sisa makanan, jerami, kotoran ternak dan sebagainya. Agar kompos tidak berbau hindari memasukan daging, tulang dan minyak. Sebelum dimasukan kedalam reactor, bahan tersebut dipotong kecil-kecil agar proses dekomposisi menjadi lebih cepat.

Selanjutnya ialah mencampurkan bakteri pengurai kedalam bahan organic yang telah dipotong-potong, sumber bakteri untuk membantu penguraian yang paling mudah didapat adalah kotoran ternak,  selain itu bakteri tersebut juga dijual di took-toko penjual pupuk seperti: EM4 (Effective Microorganism 4), Organic Decomposer dan Green Phoskko.

3) Penyiraman dan pengadukan

Agar proses pengomposan berjalan dengan  sempurna, media harus mengandung kira-kira 50% air. Melalui penyemprotan media kompos dan membolak-balikan media.

4) Panen

Setelah 2-3 minggu, kompos siap untuk dipanen. Kompos yang dihasilkan masih mengandung air kira-kira 50%, untuk mendapatkan kompos kering lumpur tadi harus dijemur.

Kompos yang baik memiliki ciri-ciri sbb:

a.         Tidak berbau, berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah.

b.         Tidak larut dalam air, meski sebagian kompos dapat membentuk suspense.

c.         Berefek baik jika diaplikasikan pada tanah.

d.        Nisbah C/N sebesar 10-20, tergantung pada bahan baku dan derajat humifikasinya.

C/N adalah nilai atau perbandingan antara unsur Carbon dan Nitrogen.

e.         Suhu yang dicapai ± sama dengan suhu lingkungan.

 

 

PEMBUATAN KOMPOS RUMAH TANGGA

1. Prinsip pengomposan Sampah rumah tangga mengandung bahan organik + 75%. Proses pengomposan menyesuaikan diri dengan tersedianya bahan baku, yang tidak sekaligus terkumpul dalam jumlah besar, melainkan sedikit demi sedikit setiap hari. Kondisi ini seperti terjadi di alam di lantai hutan, dimana sisa-sisa organik jatuh keatas tanah selapis demi selapis sampai menjadi tebal.

2. Proses perombakan-fermentasi organisme tanah terjadi dari bawah merambat ke atas mengejar bahan baku yang baru jatuh, diikuti terbentuknya humus dari bawah ke atas pula. Kecepatan pengomposan sangat tergantung a.1. pada komposisi bahan baku, perbandingan kadar C (bahan berserat tinggi) dengan kadar N (jenis kacangan, pupuk kandang, dsb.). Untuk bahan baku kompos yang optimal perbandingan C/N = + 30, hasil akhir humus atau kompos yang matang C/N = 12-15

3. Cara dan Alat Membuat kompos yang sebenarnya mudah dan sederhana, tetapi karena lokasinya di pekarangan rumah harus bebas dari polusi bau, lalat, binatang berbahaya dan bebas dari gangguan ayam, anjing, kucing, dsb. Apalagi sisa-sisa organik tidak terkumpul sekaligus tetapi berangsur setiap hari dari buangan dapur dan kotoran pekarangan.

4. Untuk pembuatan kompos di pekarangan rumah, dibutuhkan dua macam wadah : 1. Wadah besar, penampung bahan baku dan tempat terjadinya proses pengomposan, yang disebut “Komposter” dan ditaruh di pekarangan di tempat teduh. 2. Wadah kecil berupa ember plastik kecil bertutup, tempat penampungan sementara sisa organik dapur.

5. Alat Komposter paling praktis dan aman adalah alat yang direkomendasikan STU Campbell (buku “let It Rot”, Storey Books, Vermont 1998) untuk dipakai di pekarangan rumah. Komposter ini dibuat dari drum bekas 200 liter, dinding atas dibuang, dan dinding dasar pada tengahnya dilobangi untuk dapat dimasuki pipa PVC 3-4 inci, yang juga berfungsi drainase.

6. Pada pipa PVC berjarak 5 cm dibuat lobang (bor) sepanjang empat sisinya. Drum dipasang berdiri, diberi ganjal 2-3 lapis batu bata. Pipa PVC dimasukkan ke lobang dasar, sampai ujung bawah menyentuh tanah dan ujung atas menonjol keatas drum + 10 cm, menembus tengah-tengah tutup tambahan (bisa dibuat dari tripleks). Ember Kecil Ember plastik 5 l – 10 l yang ada tutupnya, disediakan khusus untuk penampungan sementara (1-2 hari) sisa organik dapur dan selalu ditaruh di dapur dalam keadaan tertutup.

7. Cara Kerja Komposter (drum) ditaruh di pekarangan di tempat teduh. Sebaiknya dibuatkan tutup atas dari tripleks yang tengahnya berlobang tempat munculnya pipa PVC. Setiap kali pembersihan halaman, kotoran berupa rontokan daun, potongan pagar rumput, dll dimasukkan ke dalam komposter, diratakan, sedikit dipadatkan dan diatasnya ditaburi selapis kotoran ternak lama, kompos baru atau setengah matang, tanah subur hitam, dsb. sebagai starter

8. penambah N dan organisme tanah. Kalau terlalu kering diberi air agar lembab dan ditutup untuk mencegah dari hujan berlebihan, terik matahari dan pencemaran lalat. Untuk memudahkan didekat komposter disediakan wadah berisi starter (kotoran ternak, dll) yang selalu ditutup. Setiap satu atau dua hari sekali, kotoran dapur dalam ember kecil yang sudah penuh, juga dimasukkan, diratakan dan dilapisi starter.

9. Demikian pengisian dilakukan setiap kali terkumpul sisa organik atau kotoran dapur baru, sampai komposter penuh, yang memakan waktu 1 bulan – 2 bulan untuk keluarga sedang. Setelah penuh, ditutup dan dibiarkan tidak dibalik-balik selama + 1 bulan yang diperkirakan pengomposan sudah selesai menjadi matang berupa kompos berwarna hitam, remah dan berbau segar. Komposter dikosongkan, isinya diangin-anginkan, langsung dapat dipergunakan sendiri atau disaring (saringan kawat kasa) dibungkus dan dijual.

10. Proses pengomposan terjadi sejak awal bahan organik dimasukkan, dan merambat keatas mengikuti bahan organik baru. Disini akan terjadi proses fermentasi panas oleh bakteri termofilik, karena suhu dapat meningkat didalam komposter tertutup, yang juga berguna membunuh bibit hama- penyakit dan gulma. Komposter I yang sudah penuh dan sedang dalam proses pemasakkan, digantikan komposter II yang sudah disiapkan dan nanti setelah komposter I selesai dokosongkan, disiapkan untuk menggantikan komposter II bila sudah penuh, dst.

11. Sisa organik dapur terdiri dari potongan / kulit sayuran, kulit buah lunak, daun pembungkus, kertas, sisa lauk-pauk, dipisahkan dari sisa / sampah non organik. Sisa dapur tersebut dimasukkan ke dalam ember kecil dan yang non organik ditampung dalam wadah lain untuk dibuang di bak sampah.

12. Setiap kali memasukkan sisa organik dapur yang mudah busuk (sisa lauk-pauk), diatasnya langsung ditaburi selapis serbuk gergaji halus rapat-rapat. Maka di dapur selalu disediakan serbuk gergaji halus dalam wadah khusus. Ember kecil harus selalu ditutup rapat dan biasanya dalam 1-2 hari sudah penuh, lalu langsung dibawa ke kebun dimasukkan ke dalam komposter, dan ditaburi selapis starter diatasnya. Agar ember plastik tidak kotor, sebaiknya dilapisi kantong plastik sehingga sisa organik dapur yang mudah busuk dapat ditampung dengan aman dan rapat.

CARA PEMBUATAN BOKASHI

Bahan-bahan:

1.        Kotoran sapi

2.        EM4

3.        Sampah organik (compostable)

4.        Wadah

5.        Dedak (makanan ayam)

 

Cara Pembuatan:

1.        Cacah sampah organik menjadi kecil

2.        Masukkan sampah organik dan kotoran sapi ke dalam wadah

3.        Aduk campuran tersebut hingga sampah organik tersebut menyatu dengan kotoran sapi

4.        Siramkan EM4 dengan campuran EM4 sbb:

2Ltr air + 70ml EM4 (1 tutup botol 10ml) + 1 kg gula pasir

5.        Taburkan dedak

6.        Tutup rapat, jangan sampai udara masuk dan terkena sinar matahari karena proses pengomposan ini bersifat anaerob.

7.        Setiap 3 atu 5 hari sekali aduk campuran tersebut dan siramkan EM4 lagi, setelah diaduk dan disiram, kita harus selalu menutup rapat kembali campuran tersebut.

8.        Setelah kurang lebih 1 bulan, campuran tersebut telah menjadi kompos dan telah siap dipakai

EM4 dapat kita beli atau kita buat sendiri dengan cara:

1.        sediakan air kelapa + ragi + gula merah

2.        campurkan ragi + gula merah ke dalam air kelapa di dalam satu wadah

3.        tutup rapat dan setiap hari wadah tersebut wajib dibuka untuk melepaskan gas C02

4.        setelah 1 bulan, EM4 sudah dapat digunakan

 

 

 

 

 

CARA PEMBUATAN KOMPOS JERAMI

Lokasi Pengomposan

Lokasi pengomposan dilakukan di petak sawah yang akan diaplikasi atau dipetak dimana jerami tersebut dipanen. Lokasi sebaiknya dipilih dekat dengan sumber air, karena pembuatan kompos membutuhkan banyak air. Lokasi juga dipikirkan untuk kemudahan saat aplikasi. Jika petak sawah cukup luas, sebaiknya dibuat di beberapa tempat yang terpisah.

 

Peralatan yang dibutukan antara lain:

1.        Sabit/parang

2.        Cetakan yang dibuat dari bambo. Cetakan ini dibuat seperti pagar yang terdiri dari 4 bagian. Dua bagian berukuran 2 x 1 m dan dua bagian yang lain berukuran 1 x 1 m.

3.        Ember/bak untuk tempat air.

4.        Air yang cukup untuk membasahi jerami.

5.        Aktivator pengomposan (Acticomp atau Promi).

6.        Ember untuk menyiramkan aktivator.

7.        Tali.

8.       Plastik penutup. Plastik ini bisa dibuat dari plastik mulsa berwarna hitam (ukuran leber 1 m) yang dibelah sehingga lebernya menjadi 2 m

Tahapan Pembuatan Kompos Jerami

1.        Siapkan bak dan air. Masukkan air ke dalam bak. Kemudian larutkan aktivator sesuai dosis yang diperlukan ke dalam bak air. Aduk hingga aktivator tercampur merata.

Gambar 3. Menyiapkan air untuk pengomposan jerami.
Gambar 4. Aktivator dimasukkan ke dalam bak air sesuai dosis yang diperlukan
Gambar 5. Aduk aktivator hingga tercampur merata.

2.         Siapkan cetakan dari bambo. Pasang cetakan tersebut. Sesuaikan ukuran cetakan dengan jerami dan seresah yang tersedia. Apabila jerami cukup banyak cetakan dapat berukuran 2 x 1 x 1 m. Namun bila jerami sedikit cetakan bisa dibuat lebih kecil dari ukuran tersebut.
Gambar 6. Siapakan cetakan kompos yang dibuat dari bambu.

 

3.        Masukkan satu lapis jermai ke dalam cetakan. Jika tersedia dapat dimasukkan pula kotoran ternak. Jerami atau seresah yang berukuran besar dipotong-potong terlebih dahuludenganparang.

Gambar 7. Masukkan jerami dan bahan-bahan lain lapis demi lapis ke dalam cetakan kompos.

 

4.        Siramkan aktivator yang telah disiapkan merata dipermukaan jerami.
Gambar 8. Setiap lapis tumpukan disiram dengan aktivator secukupnya.

 

5.        Injak-injak agar jerami padat.
Gambar 9. Setiap lampis tumpukan jerami diinjak-injak agar padat.

6.        Tambahkan lagi satu lapis jerami/sereah.

7.        Siramkan kembali aktivator ke tumpukan jerami tersebut dan jangan lupa injak-injak agar tumpukan menjadi padat.

8.        Ulangi langkah-langkah diatas hingga cetakan penuh atau seluruh jerami/seresah telah dimasukkan ke dalam cetakan.

9.        Setelah cetakan penuh, buka tali pengikatnya dan lepaskan cetakannya.
Gambar 10. Tumpukan jerami yang siap ditutup dengan plastic.

 

10.    Tutup tumpukan jerami tersebut dengan plastic yang telah disiapkan.
Gambar 11. Tumpukan jerami ditutup dengan plastic.

11.    Ikat plastic dengan tali plastic agar tidak mudah lepas.

12.    Kalau perlu bagian atas jerami diberi batu atau pemberat lain agar plastic tidak tebuka karena angin.

13.    Lakukan pengamatan suhu, penyusutan volume, dan perubahan warna tumpukan jerami.

14.    Inkubasi/fermentasi tumpukan jerami tersebut hingga kurang lebih satu bulan.
Gambar 12. Tumpukan diinkubasi selama satu bulan.

Pengamatan Selama Fermentasi

Selama masa fermentasi akan terjadi proses pelapukan dan penguraian jerami menjadi kompos. Selama waktu fermentasi ini akan terjadi perubahan fisik dan kimiawi jerami. Proses pelapukan ini dapat diamati secara visual antara lain dengan peningkatan suhu, penurunan volume tumpukan jerami, dan perubahan warna.

Suhu tumpukan jerami akan meningkat dengan cepat sehari/dua hari setelah inkubasi. Suhu akan terus meningkat selama beberapa minggu dan suhunya dapat mencapai 65-70 oC. Pada saat suhu meningkat, mikroba akan dengan giat melakukan penguraian/dekomposisi jerami. Akibat penguraian jerami, volume tumpukan jerami akan menyusut. Penyusutan ini dapat mencapai 50% dari volume semula. Sejalan dengan itu wana jerami juga akan berubah menjadi coklat kehitam-hitaman.

Gambar 13. Tumpukan jerami akan mengalami penyusutan selama masa fermentasi.

 

Panen dan Aplikasi Kompos Jerami

Gambar 16. Kompos jerami yang sudah jadi: warna coklat kehitaman, lunak dan volumenya menyusut.

 

Kompos yang telah cukup matang ditandai dengan adanya perubahan fisik jerami. Perubahan itu antara lain:

  • Jerami berwarna coklat kehitam-hitaman,
  • lunak dan mudah dihancurkan,
  • suhu tumpukan sudah mendekati suhu awal pengomposan,
  • tidak berbau menyengat, dan
  • volume menyusut hingga setengahnya.

Kompos jerami yang sudah memiliki ciri-ciri demikian berarti sudah cukup matang dan siap diaplikasikan ke sawah. Kompos jerami diaplikasikan di tempat di mana jerami tersebut diambil.

 

 

DAUR ULANG KERTAS BEKAS

Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah kertas. Kertas daur ulang ini memiliki tekstur yang indah. Dari kertas daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan tangan.

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang :

1.        BLENDER,

fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur yang lebih besar.

2.        BINGKAI CETAKAN,

terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.

3.        EMBER KOTAK,

fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah pencetakan.

4.        ALAS CETAK,

Fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang biasa digunakan untuk alas tidur kemping.

5.        SPONDS PENGHISAP,

fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.

6.        GELAS PENAKAR,

fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.

7.        ALAT PRESS,

fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya Masmng-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.

8.        EMBER,

wadah bubur kertas

9.        KOMPOR & PANCI,

fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam

10.    ALU & LUMPANG,

fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus

11.    SENDOK KAYU,

fungsinya untuk mengadukberbagai campuran.

12.    PISAU & GUNTING,

fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan

13.   SARINGAN TEH BESAR

14.   KAIN LAP

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kertas daur ulang :

1.        KERTAS BEKAS

Setiap jenis kertas dipilah-pilahberdasarkan jenisnya masing-masing, kertas Koran, kertas HVS,  karton hingga kertas warna warni.

2.        PEWARNA ALAMI

–           Kunyit, jika diparut dan diperas sarinya akan menghasilkan warna kuning

–           Kulit bawang, jika direbus akan menghasilkan warna coklat

–           Pandan suji, jika ditumbuk dan diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau pekat

–     Pandan wangi, jika direbus dan ditumbuk lalu diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau muda, sekaligus aroma wangi

–     Kesumba (bixa), jika bijinya direndam dan diremas atau direbus dapatmenghasilkan warna oranye

–           Serutan kayu nangka. Jika direbus akan menghasilkan warna kuning

–     Sirih, jika ditumbuk dan dicampur dengan kapur akan menghasilkan warna merah kecoklatan

–     Daun pisang kering, jika dibakar, abunya dapat menghasilkan warna coklat keabu-abuan

–           Rumput putri malu (Mimosa sp) jika direbus akan menghasilkan warna lembayung

3.        SERAT PENGISI

Merupakan bahan-bahan yang dapat ditambahkan ke dalam campuran bubur kertas    sehingga dihasilkan kertas yang lebih indah dan bertekstur. Dapat berupa bunga-bungaan ataupun serat tumbuhan lainnya seperti serat daun pandan wangi, serat batang pisang.

 

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang

1.        Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi lunak diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.

2.        Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan interval 30 detik saja.

3.        Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potongan-potongan kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.

4.        Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat. Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, kedalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air dan bubur kertas merata.

5.        Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan.

6.        Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat dilakukan pengeringan dengan menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup keringda bingkai cetak sudah dapat diangkat dari alas cetak, lakukan dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak cacat.

7.        Kertas yang telah dipindahkan ke alas cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas belum kering, dengan cara lapisi setiap lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan, lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan selama 1 jam.

Pencampuran Warna

1.        Bubur kertas yang telah siap diolah, dapat dicampurkan dengan bahan pewarna alam yang telah kita persiapkan sebelumnya. Caranya adalah dengan mencampurkan langsung dan diaduk hingga merata. Selanjutnya dapat dilakukan perebusan jika ingin pencampuran warna yang lebih kuat.

2.        Sisa pewarna alam dapat pula dicampurkan ke dalam air diember pencetakan agar tetap membantu menimbulkan warna yang diinginkan

3.        Bubur kertas berwarna pun telah siap untuk diolah lebih lanjut, baik untuk dicetak, maupun dicampur dengan serat pengisi lainnya.

Pencampuran Serat

1.     Gedebok Pisang,

a.       Gedebok/batang pisang yang sudah selesai berbuah cincang seperti dadu dengan panjang sekitar 2 cm, jemur sekitar 2 jam untuk menghilangkan getah.

b.      Kemudian ditumbuk dengan alu & lumping sehingga agak lunak.

c.       Selanjutnya direbus selama 1 jam untuk melunakan seratnya. Kemudian tiriskan.

d.      Setelah itu ditumbuk kembali hingga lebih halus. Saring dengan kain untuk dicuci dengan air, agar tinggal serat yang tersisa.

e.       Serat yang tersisa dapat langsung dicampur dengan bubur kertas, atau jika dirasa kurang halus, dapat pula dibantu dengan pemblenderan.

f.       Selanjutnya dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam bubur kertas, sambil diaduk terus menerus hingga rata.

2.     Kulit Bawang

a.       Rebus kulit bawang yang sudah digunting-gunting kecildengan air hingga mendidih, sisihkan dan air rebusan jangan dibuang.

b.      Hancurkan kuit bawang yang telah direbus dengan menggunakan blender selama 5 & 10 detik.

c.       Campurkan secara perlahan kulit bawang yang telah dihancurkan kedalam wadah bubur kertas sambil terus

d.      diaduk-aduk hingga merata, jika air rebusan agak kotor dapat dilakukan penyaringan terlebih dahulu.

3.     Pandan Wangi

a.       Rebus potongan pandan wangi (2 cm) selama kira-kira 1 jam, tiriskan.

b.      Campurkan air rebusan dengan bubur kertas secepatnya, aduk-aduk hingga rata

Jika Anda ingin membuat motif khusus, cobalah beberapa proses dibawah ini :

1.        Proses Tempelan

Sebelum anda menutup campuran bubur kertas dengan yang sudah dibasahi tempelkan bunga, rumput atau daun-daun kecil di atasnya.

2.        Proses Campuran

Ketika memblender kertas tambahkan bunga, rumput atau bahan alami lain, yang akan memberikan warna dan pola khusus. Setrika sepasang demi sepasang kemudian buka kainnya pelan-pelan angkat sepasang demi sepasang & jemur di tem­pat yang panas.

3.        Proses Press

Ketika sedang mengepres kertasnya, taruhlah daun atau sesuatu yang ber­motif bagus. Taruhlah papan di atasnya & beri pemberat.

Contoh barang yang bisa dibuat dengan kertas daur ulang yaitu :

1.      Kertas untuk menggambar / karya seni

2.      Pembungkus buku, tempat pensil, dll.

3.      Undangan, amplop, map, dll.

Kertas daur ulang juga bagus sekali untuk ditempel diatas karya-karya yang bisa anda bikin dari karton.

4.      Kotak pensil

5.      Bingkai foto

6.      Kotak kado

 

Manfaat daur ulang kertas:

1.      Mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

2.      Menghasilkan barang-barang yang memiliki nilai jual.

3.      Menambah lapangan kerja.

4.      Menghasilkan barang-barang yang bermanfaat dengan modal yang ekonomis.

 

 

 

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai